Rabu, 04 Mei 2011

Densus 88 Temukan 6 Bom Jaringan M Syarif

Tim Gegana dan Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri menemukan enam bom yang diduga milik jaringan Muhammad Syarif. Bom itu ditemukan setelah mendapat keterangan dari jaringan M Syarif yang ditangkap.

"Hasil pemeriksaan ternyata dibuang ke kali Soka Kecamatan Plumbon,  Cirebon," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 5 Mei 2011.

Boy mengatakan bom itu dibuang oleh teman-teman Syarif setelah aksi peledakan bom di Masjid Adz Dzikra, Kompleks Mapolresta Cirebon, Jumat 15 April yang lalu. "Setelah peledakan ada semacam ketakutan dari mereka, kemudian dibuang oleh M [teman Syarif]. Kita bersyukur itu bisa ditemukan dan tidak digunakan untuk aksi teror," kata Boy.

Menurut Boy, enam bom yang ditemukan itu berupa rangkaian yang telah disiapkan dalam tabung besi. Polisi pun harus melakukan penyelaman ke kali untuk menemukan enam bom tersebut. "Ditemukan dalam keadaan sudah tidak berfungsi, karena dibuang ke air," kata dia.

Sebelumnya, polisi telah menangkap beberapa teman M Syarif.  Diantaranya adalah M. M yang ditangkap di Slawi, Jawa Tengah yang diduga terlibat dalam penyiapan bom M Syarif. Dari hasil penggeledahan, M memiliki granat yang saat ini telah disita polisi.

Selain itu, polisi juga menangkap Andri Siswanto alias Hasim. Andri diduga memiliki dan menguasai bahan peledak yang juga terkait bahan peledak yang dibawa M Syarif.

Polisi masih melakukan pengembangan terhadap kemungkinan adanya orang-orang yang membantu aksi teror M. Syarif "Untuk sementara target kita M yang diduga kuat memberi bantuan termasuk penyiapan bom pipa," kata Boy.

M Syarif adalah pelaku peledakan bom di Masjid Adz Dzikra pada 15 April yang lalu. Dia meledakkan bom itu sesaat sebelum shalat Jum'at dimulai. Akibat ulah tersebut, M Syarif tewas di tempat. Sementara itu, 30 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk Kapolres Cirebon, AKBP Herukoco.